Translate

Rabu, 02 September 2026

Rektor Universitas Ratu Samban Turun Langsung Monev KKN di 8 Desa Kecamatan Hulu Palik

 


Bersama Ketua LPPM dan Tim KKN, Rektor UNRAS memantau langsung pelaksanaan program mahasiswa sekaligus memastikan kegiatan KKN memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

BENGKULU UTARA, 2 September 2026 – Rektor Universitas Ratu Samban (UNRAS), Dr. Edi Susilo, S.P., M.Si., bersama Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Parwito, S.P., M.P., serta Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ratu Samban melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN di delapan desa yang berada di Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (2/9/2026).

Delapan desa yang dikunjungi dalam kegiatan Monev tersebut yaitu Desa Sumber Rejo, Desa Air Baus I, Desa Air Baus II, Desa Batu Layang, Desa Kota Lekat, Desa Taba Padang R, Desa Taba Padang Kol, dan Desa Batu Raja Kol.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Universitas Ratu Samban dalam memastikan pelaksanaan KKN tidak hanya berjalan sesuai program, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di masing-masing desa.

Dalam setiap kunjungan, Rektor, Ketua LPPM, dan Tim KKN berdialog langsung dengan mahasiswa untuk mengetahui perkembangan program kerja yang telah dilaksanakan, kendala yang ditemui di lapangan, keterlibatan masyarakat, serta hasil kegiatan yang telah dicapai selama mahasiswa menjalankan pengabdian.

Rektor: KKN Harus Memberikan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Rektor Universitas Ratu Samban Dr. Edi Susilo, S.P., M.Si. memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah berbaur dan bekerja bersama masyarakat dalam menjalankan berbagai program di desa.

“KKN bukan sekadar kewajiban akademik mahasiswa, tetapi merupakan ruang pembelajaran langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus sekaligus belajar memahami persoalan dan potensi yang dimiliki masyarakat,” ujar Dr. Edi Susilo.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak semata-mata dinilai dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa, melainkan dari seberapa besar manfaat dan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat.

Mahasiswa juga diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok perempuan, pelaku usaha, kelompok tani, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

“Kami berharap mahasiswa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi desa. Program sederhana tetapi mampu diteruskan masyarakat jauh lebih berarti daripada kegiatan besar yang berhenti ketika KKN selesai. Karena itu, program harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing desa,” tambahnya.

Ketua LPPM: Monev Menjadi Instrumen Peningkatan Mutu KKN



Sementara itu, Ketua LPPM Universitas Ratu Samban, Parwito, S.P., M.P., menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan kegiatan mahasiswa sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN.

Tim Monev juga memberikan arahan dan masukan kepada setiap kelompok mahasiswa agar program-program yang sedang berjalan dapat diselesaikan dengan baik dan memiliki keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

“Melalui Monev ini kami ingin memastikan program yang direncanakan mahasiswa benar-benar dilaksanakan, melibatkan masyarakat, dan memberikan manfaat. Kami juga mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa sehingga dapat diberikan arahan dan solusi,” kata Parwito.

Ia menambahkan bahwa KKN merupakan salah satu implementasi penting dari Tridarma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan antara Universitas Ratu Samban dengan pemerintah desa dan masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara.

“Harapan kami, keberadaan mahasiswa Universitas Ratu Samban benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. KKN juga harus mampu membuka peluang kerja sama lanjutan antara universitas dan desa, baik melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat maupun kegiatan pemberdayaan lainnya,” ujarnya.

Pantau Program Mahasiswa di Delapan Desa

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Rektor dan Tim Monev melihat perkembangan kegiatan mahasiswa di Desa Sumber Rejo, Desa Air Baus I, Desa Air Baus II, Desa Batu Layang, Desa Kota Lekat, Desa Taba Padang R, Desa Taba Padang Kol, dan Desa Batu Raja Kol.

Mahasiswa dari masing-masing kelompok menyampaikan laporan perkembangan kegiatan, program yang telah terlaksana, program lanjutan, serta kondisi yang mereka temui selama berada di tengah masyarakat.

Berbagai kegiatan KKN diarahkan untuk menyesuaikan kebutuhan dan potensi desa, di antaranya dalam bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, kesehatan, kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, UMKM, administrasi, literasi digital, pertanian, serta pengembangan potensi desa.

Tim Monev juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk tetap menjaga kekompakan kelompok, etika komunikasi, kedisiplinan, dan nama baik Universitas Ratu Samban selama menjalankan kegiatan di tengah masyarakat.

Perkuat Kolaborasi Kampus dan Desa

Selain mengevaluasi kegiatan mahasiswa, kunjungan Monev menjadi momentum untuk membangun komunikasi antara Universitas Ratu Samban dengan pemerintah desa di Kecamatan Hulu Palik.

Masukan dari pemerintah desa dan masyarakat menjadi hal penting untuk mengetahui sejauh mana keberadaan mahasiswa memberikan kontribusi terhadap desa sekaligus menjadi bahan penyempurnaan penyelenggaraan KKN Universitas Ratu Samban pada periode mendatang.

Universitas Ratu Samban juga mendorong agar hubungan dengan desa lokasi KKN tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.

Potensi kerja sama dapat dikembangkan melalui kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan UMKM, pengembangan pertanian, peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat desa, digitalisasi, hingga berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa.

KKN sebagai Wujud Tridarma Perguruan Tinggi

Pelaksanaan KKN menjadi bagian penting dalam implementasi Tridarma Perguruan Tinggi Universitas Ratu Samban.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan kompetensi akademiknya dalam menghadapi persoalan nyata sekaligus memperoleh pengalaman mengenai kehidupan sosial, kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan terlaksananya monitoring dan evaluasi di delapan desa Kecamatan Hulu Palik, Universitas Ratu Samban berharap seluruh program KKN dapat diselesaikan secara optimal dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Kegiatan Monev juga menegaskan komitmen Universitas Ratu Samban untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa di Kabupaten Bengkulu Utara.